Disaat aku mencari

Disaat aku mencari.

Dulu,

Engkau belum memperkenalkan aku jalan ini.
segala nikmat duniawi kurenggut tanpa hadir-Mu.

dan hidup berlalu tanpa makna.
Engkau biarkan aku dalam kebingungan sendiri.
mencari sesuatu yang kutaktahu apa. semuanya kabur dan berliku.

Saat Engkau hadir dan mulai memperkenalkan Jalan menujuMu.
ada seberkas cahaya terang yang menuntunku tuk selalu berjalan dan berjalan ke arahMu.
Saat-saat itu semuanya penuh makna, segenap alam bertasbih, dan jadi ayat-ayat yang menerangkan.

kini, untuk mempertahankannya aku masih dan selalu membutuhkanMu.
tanpa hadirMu aku hidup tanpa makna.
tanpa bimbinganMu hidupku kan kabur kembali.

Duhai kekasih hati, pujaan para pejalan.
Hadirku hanya untukMu.
biarlah semuanya menjadi diriMu saja.
aku hilang lebur, berserah diri.
Tiada daya dan upaya melainkan hanya Engkau.

Erwin, Djakarta 07

Advertisements

About Erwin

Hanya mengikuti air..
This entry was posted in Puisi and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Disaat aku mencari

  1. iqbal says:

    hhhhhmmmmm… it’s nice poem…. very2 touching….. tak ada lagi yg bisa ku ungkap bro…. semuax dah terganmbar di puisi-mu….. smoga juga aku dikuatkan menempuhx….. mari berjalan bersama bergandeng tangan jiwa menuju_NYA…. i think it’s long…long journey bro….

  2. abiabdillah says:

    Ass..wr..wb….
    Ketika jawaban itu datang dari usaha rasa keingintahuan kita.
    Demikian juga ilmu yang telah dihamparkan disudut-sudut jagat raya ini telah ditampakkan dan digoreskan.
    Ketika itu kita tlah memahaminya maka yang ada hanya tindakan dari rasa memahami itu sendiri yang harus kita lakoni.
    al-ilmu telah memberitahu dan menunjukkan arah tujuan kita, bahwa tujuan perjalanan kita telah jelas dan nyata.
    Sekarang kita tinggal mengikuti garis lurus menuju ke tujuan.
    Tentu banyak aral yang melintang, bahkan dapat membuat lelah dan keputus-asaan dapat saja menjangkiti proses perjalanan kita.
    Karna itu saatnya kita berbekal dengan ilmu, dengan do’a, dengan dzikir, dengan shalat dengan ibadah lainnya.
    Tentu kita tak lupa, tak henti-henti pula melepaskan katakata Hamdalah atas nikmat2 yang telah kita terima.
    kemudian barulah kita berserah diri atas kekuasaan dan kekuatan-Nya dari apa yang telah Dia gariskan.
    wassalam

  3. Aku tertunduk dalam diam dan kepekaanku..
    malu sekaligus terharu…
    karena terkadang melupakan Engkau…

    Nice poem…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s