Cinta-Nya sudah ada sebelum aku

Aku keliru dalam empat hal.

Aku mencoba mengingat-Nya,

memahami-Nya,

mencintai-Nya,

dan mencari-Nya.

Sesampai di tujuan,

aku melihat ternyata Ia telah mengingatku sebelum aku mengingat-Nya. Pengetahuan-Nya tentang diriku mengalahkan pengetahuan-Ku tentang-Nya.

Cinta-Nya kepadaku sudah ada sebelum cintaku pada-Nya.

Dan, Ia sudah mencariku sebelum aku mencari-Nya …

(Abu Yazid Al-Busthami)

Visualisasi puisi Abu Yazid Al Bustami ini menggambarkan betapa Tuhan sebenarnya selalu memperhatikan kita, hanya kadang kita tak mau menyadari atau bahkan tak peduli, terlalu merasa sibuk dengan urusan-urusan yang hanya menjauhkan perhatian kita pada-Nya.

Memang selalu menggetarkan ketika mereka mengungkapkan rasa cintanya yang dalam pada kekasih yang menciptakan diri dan segala sesuatu yang terkait dengannya.

Kecintaan kepada sang pencipta bagi seorang sufi adalah mutlak, melebihi cintanya dari mahluk apapun. belajar dari mereka sama halnya kita belajar untuk selalu dekat dengan sang pencipta dan juga memanfaatkan sebaik-baik waktu yang diberikan oleh-Nya.

Erwin, Farasan Island, Saudi Arabia

Advertisements

About Erwin

Hanya mengikuti air..
This entry was posted in Puisi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s