Secangkir Kopi untuk Jiwa

Pagi menjelang siang itu mobil kuparkir dibawah pohon parkiran Al markaz. Ada dua mobil yg sedang parkir saat aku datang, dan beberapa buah motor. Semua kendaraan itu saya kenali dengan jelas. Pasti teman-teman lagi ngopi di warung daeng baji ini.
Jarak parkiran tidak begitu jauh dengan warung kopi itu. Pohon-pohon yang rindang, bunga-bunga asoka yang berjajaran di pelataran masjid. Menambah senang suasana hati.

Memasuki lorong sebelah barat masjid, ternyata sudah ada beberapa orang yang lagi asyik ngopi, bercengkerama. Mereka tersenyum dan akupun tersenyum. Tak perlu saya sebutkan satu persatu nama mereka, cukuplah saya sendiri yang tahu, dan jika sahabat-sabahat sekalian mau berkenalan, silahkan datang saja ke TKP.. hehe.

“Pesan Kopi hitamnya secangkir Dg.baji”, begitulah sapaku ke pemilik warung setibanya di tempat ini. Dan bersama mereka, ceritapun dimulai.

Semua cerita tentang perjalanan diri. Tak ada habisnya topik yang satu ini. Seperti magnet yang hebat membuat kita selalu mau datang, bercerita dan bercerita.
Pagi ini tentang diri, sehabis dhuhur juga demikian sampai pulang sehabis isya, semuanya tentang diri.

Adukan kopi daeng baji seirama dengan bahasa-bahasa kalbu yang keluar melalui bibir para pencari Tuhan itu. Aku terkadang ngopi sampai dua cangkir. Adapula yang mempunyai cangkir khusus yang besar, sehingga dia tidak perlu lagi menambah kopinya. Cukup sekali saja.

Tak ada aliran ataukah isme-isme disini, walaupun mereka datang dari berbagai macam paham. Tapi jika berbicara tentang hati dan bagaimana membersihkan hati semuanya jadi satu. Dan juga tak ada guru, semuanya bisa jadi guru, langsung berbicara saja ataukah diam mendengarkan baik-baik sebab semua bahasa yang keluar merupakan pengalaman diri yang diungkapkan dengan jujur, tua atau muda tak masalah, sebab yang disebut tua adalah pengalaman dan tingkat pengenalan dirinya.

Ntah kopinya, isi pembicaraannya ataukah suasana masjid yang membuat tempat ini menjadi nyaman ibarat magnet bagi diri untuk selalu singgah berteduh, atau boleh jadi karena kolaborasi ketiganya. Saya mencoba menganalogikan adukan kopi Dg Baji ini seumpama jiwa yang sedang bergejolak. Agar kopi dan gula jadi satu kita harus mengaduknya sebab jika tidak diaduk maka rasanya tidak akan nikmat. Bahasa adalah alat untuk mengaduk, dia berasal dari pikiran yang bermacam-macam. gula dan kopi, kita ibaratkan sebagai pujian dan kritikan, bisa juga berupa dzikir dan fikir.

Anggaplah air yang menyatukan keduanya sebagai hikmah yang merupakan bagian dari semua pasangan pasangan itu. Dengan bahasa maka ilmu itu diaduk kedalam hati dan fikiran berputar terus, kemudian adukannya dilepas dan membiarkan berputar dengan sendirinya, sehingga walau tanpa bahasa dan dalam diam hasil adukan itu masih tetap bergejolak didalam jiwa. Hingga pada akhirnya putaran gula dan kopi dalam air menjadi satu dan tenang, itulah kesimpulan dimana hati dan fikiran bersatu. Pada saat itu kopi siap di nikmati, seperti halnya hikmah yang siap untuk di seduh oleh jiwa.. Nikmat. Dan pasti akan selalu nikmat…hmm.

Sahabat, ada yang mau gabung ngopi?  ^_^

Erwin,Farasan Island, Saudi Arabia

Advertisements

About Erwin

Hanya mengikuti air..
This entry was posted in Mengenal Diri and tagged . Bookmark the permalink.

17 Responses to Secangkir Kopi untuk Jiwa

  1. putri sasha says:

    tulisan yang baik dan indah, tentang secangkir kopi dan cerita yang mengalir di sela-sela seruputannya..
    honestly, i bet, whoever read this must want to join in that cafe, havin small talks
    ikut menyeruput kopi yang nikmat itu sembari mendengar cerita menarik ttg kehidupan..dan mungkin jika bisa juga ikut berbagi, i do! i really really do
    cara mana lagi yang lebih baik, menikmati waktu senggang selain dengan hang out with some qualified friends, share the worthy stories, some laughs, lil tears, and tons of lessons 🙂
    terima kasih rumi 🙂 hope sumday i’ll be there

    • Erwin says:

      Sasha, secangkir kopi yang hangat sambil berbagi cerita tentang kehidupan ditambah suasana yang bersahabat, hari ini akan terasa nikmat. someday if u have time u can join with us to taste a cup of coffee for the soul.

  2. fernando says:

    Kopi dapat menbuka inspirasi

  3. indobrad says:

    waduh ternyata link saya udah terpasang di sini. hehehe. kok ga bilang2 sih? ok saya link balik ya. makasih 😀

  4. syarif says:

    saya sudah..6 bulan ini saya runtin minum kopi setiap pagi. tadi nya saya anti minum kopi tetapi setelah saya rasakan manfaat nya and di tambah cerita with teman…woww

  5. rusle says:

    Perjalanan jiwa, segeralah menuju pusat nya.
    Terkadang memang inspirasi itu lahir dari mulut2 sederhana yg tak tersangka, juga dari tempat2 sederhana tp memendam kearifan lokal yg luar biasa.

    • erwin says:

      :: Dg Rusle, Betul.. dimana-mana saja kita dapat menemukan kearifan, obrolan sederhana di warung kopi dapat pula mengantarkan kita menuju pusat.. 🙂

  6. titin says:

    Salam penikmat kopi.. 😀
    Seru banget kayaknya, soalnya most of my friends prefer tea than coffee. Hehehe. Nice to know someone with same taste.

  7. hmmm…ngopi. salah satu aktifitas favorit saya
    dan senang juga berbagi cerita sambil ngopi, walopun sampe sekarang memang belum ketemu warung kopi dan teman cerita yang pas

    • erwin says:

      :: Sebenarnya banyak tempat yg pass di makassar. tinggal cari teman cerita yg pas aja.. biar lebih santai dan nikmat. apalagi sehabis hunting Photo2 cantik.. 😉 dan singgah berteduh menunggu sore.. hehe.. Kpn2 kita bisa ngopi2lah 😀

  8. giewahyudi says:

    Mulai Minggu ini saya biasakan ngopi di kantor karena sering ngantuk.. 😦

    Dulu sempat menjadi kopiholic, bisa kayak Mbah Surip..

    • erwin says:

      :: Biasanya saya juga ngopi di kantor selepas siang, kadang rasa kantuk sulit juga ditahan akhirnya buat kopi toraja secangkir, lumayan nikmat nemani membuat report.. 🙂

  9. Qaulan Tsaqila says:

    Gambarnya keren….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s