Dua hari Ngapung di Red Sea

Dua malam ngapung di Red sea di penghujung April 2011, di dalam Dream master, sempat bertemu dengan dua orang makassar, para pelaut yang tangguh. Dua orang officer Arman dan Samuel. Tak menyangka akan bertemu mereka disini. Dan kaptennya juga orang indonesia yang tinggal di Tanjung Priuk mengepalai para ABK pilipina. Total bertemu tiga orang indonesia, rasanya senang sekali, sudah setahun di pesisir Red Sea tak pernah bertemu dengan teman sekampung selain sekali bertemu dengan Super Senior akhir Juni tahun lalu di Duba. Mereka kebanyakan adalah pelaut yang menetap di kapal, tak pernah bertemu mereka di daratan, baru kali ini bisa nongkrong lama dengan mereka bercengkerama sampai ngantuk.

Ngenet sambil chit chat di lantai paling atas. Malam hari udara lumayan tak begitu dingin hanya angin yang kadang sepoi kadang kencang namun malam ini bersahabat. Angin laut bertemu dengan angin gurun di daerah transisi antara laut dan darat, membuat malam itu hangat.

Besoknya udara menghangat sehabis makan siang, keringat bercucuran, rasanya ingin tidur dikamar saja, dibawah selimut dan bermimpi diayun-ayun. Dan akhirnya turun juga kebawah lantai dasar, AC pada suhu yang lumayan dingin, sendiri di kamar dan benar juga aku dibawah selimut yang gelap nian, terbang dialam mimpi…zzz. Dan terbangun lagi beberapa jam kemudian.

Kegiatan rutin Arman dan Samuel, mancing ikan untuk dinner ntar malam. Ikannya besar-besar. Makan malam ini menunya akan bervariasi seperti malam sebelumnya, Ayam dan ikan laut. Sudah tidak sabar menanti malam, cook-nya orang pilipina, masakannya nikmat dengan Kabsah nasi arab itu, ditambah cumi-cumi goreng tepung, ayam bakar dan ikan hasil pancingan sore hari.

Menjelang sore seperti orang super sibuk saja. Dilantai atas ini tempat yang paling pas untuk online, mengerjakan report dan lain sebagainya.

Menikmati Sunset Panorama di sore hari, saat-saat yang paling ditunggu.

Malam terakhir dihiasi kembang api Pulau Farasan ini pula yang menjadi alasan malam ini mengapa harus nginap di kapal ini dimana semua kamar Hotel di Farasan di Booking keluarga kerajaan, dan juga kembang api pesta ini jadi pertanda besok balik ke Hotel Saso Suite lagi.

Berpose di lantai tengah sebelum kembali kedarat, di kapal ini semua kru dari asia. Yang depan itu tas hitamku yang isinya macam-macam juga ikut berpose…hehe.

Good bye Dream master, will see u again later.., Hari ini aku lanjut “Dreaming again”

Advertisements

About Erwin

Hanya mengikuti air..
This entry was posted in Travelling. Bookmark the permalink.

9 Responses to Dua hari Ngapung di Red Sea

  1. sasha says:

    ingin ikut ngapung… 😦
    at least untut ngerasain nasi arab yang katanya panjang2, cumi dan apa ituh tadih … >.< ow i hate u rumi
    du u really have to describe it well like that … pengen ikut ngapung, dan pengen ikut duduk di dek itu sore hari, for the sunset, for the firework 😦

  2. sasha says:

    saking pengennya segera bisa posting.. tulisannya tanpa konjungsi sama sekali rumi :p
    hehehe but its okay, seems like ur telling directly to us (eagerly 😉 haha)

  3. kmonoarfa says:

    waaah.. kerennya sunsetnyaaa XD
    firefoxnya juga kereeen #eh
    maksudnya firework hehehehe 😀

  4. rusle says:

    hmm
    sy terbakar api cemburu, kapan bisa ikut ngapung di laut yang pernah dibelah Musa itu…?

    • erwin says:

      hehe, ayolah kesini daeng, ngapung di Red sea sambil menyicipi cumi2 tepung dan ikan kerapu besar, rindu pulang kampung pasti terobati 😉

  5. reza aprilda says:

    enak ya kak,,bisa jalan2 trusss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s