Jalan Pulang

berlayar di laut lepas,
mengembara di padang luas,

jika tenang datang, Engkau jernih terlihat.
ketika diri mengabur, Engkau susah terjangkau.

Kembali pulang adalah kepastian,
tinggal menunggu waktu,
pasti kan menjelang.

apa guna kita hidup.
jika tak tahu jalan pulang.

bagaikan persinggahan.
seolah menanti bus di Halte kehidupan.
Sambil menunggu datang, bercengkrama dengan sekitar.

Sahabat,
Alangkah baiknya ketika menanti penjemput,
kita bercengkerama dengan Tuhan.
agar dekat, mendapat ajaran.
hingga tahu jalan pulang,
dan tak sesat digelap malam.

Duhai Kekasih Tuhan,
yang meniti jalan pulang,
jalan ke kampung abadi,
engkau tahu arti,
engkau bertemu terang,
hingga engkau beri terang.
agar kami tahu jalan pulang.

Erwin, Baysh, Saudi Arabia

Advertisements

About Erwin

Hanya mengikuti air..
This entry was posted in Kelahiran, Puisi. Bookmark the permalink.

2 Responses to Jalan Pulang

  1. putri sasha says:

    another beautiful poem of rumii 🙂
    welcome home rumii…pulang pun tentu memulai perjalanan baru…cant wait to see the new bright side, enlightening stories of ur brand new journey on a new path… i wish i can be part of it lil bit sumday..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s