Perjalanan Menuju Harmony.. 1430 Hijriah

malam dan siang, Tak pernah Ingkar
tidak akan ada siang jika malampun tak ada
silih berganti, dan saling mencari itulah keseimbangannya..

Goncangan adalah jalan untuk mencari harmony
dari perjumpaan laut dan darat di dasar samudra
didalamnya ada pelajaran bagi orang yang berakal..

Laki-laki dan perempuan
di turunkan ke Muka bumi,
bertemu dalam pergulatan jati dirinya..untuk sebuah Harmony. Continue reading

Advertisements
Posted in Puisi, Ramadhan | Tagged | 5 Comments

Negara Diri

Negara Diri,
Negara diri
Dunia ini diciptakan dengan berbagai macam perumpamaan-perumpamaan yang saling berasosiasi satu sama lain. Jika kita membaca buku The Tao of Islam alam didefenisikan dalam dua alam jika dikaitkan dengan manusia, ada Makrocosmos (alam besar) dan Mikrocosmos (alam kecil). Dalam pandangan saya apa-apa yang diluar diri manusia merupakan representasi dari diri manusia itu sendiri. Sirkulasi pergerakan alam, pergolakan sosial, bahkan jalannya pemerintahan juga merupakan gambaran peristiwa yang terjadi didalam diri.

“Setiap engkau adalah pemimpin, dan masing-masing diri bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya” sabda Nabi. Pemimpin disini bisa diartikan dalam skala besar negara dan dalam sekala kecil keluarga. Bahkan yang sangat masuk akal juga dalam skala yang terdekat dengan kita sendiri yaitu “diri”. Continue reading

Posted in Mengenal Diri | Tagged | 7 Comments

Seperti diri dilapisi embun yang tipis

Setiap Pagi seperti ini,musi rawas
di atas salah satu puncak bukit barisan,
semuanya hijau
Aku mengintip langit dari balik celah awan,
embunnya tersapu, tersebar oleh mentari yang menerobos di setiap sobekan
awan yang kecil-kecil.

di depan Serambi..,
membiarkan sejuknya embun yang merembes ke pori-pori,
hingga hilang tersapu mentari pagi..
pagi ini, aku sadari..
Setiap pagi seperti ini..
Masih kudengar ayam berkokok, dikala subuh,
masih kudengar Siamang bersahut-sahutan menjelang Magrib. Continue reading

Posted in Puisi | 13 Comments

Kau penuhi cawanku dengan anggur cintaMu.

Kau penuhi cawanku dengan anggur cintaMu.sunrise in bantaeng

aku masih ingat, disaat aku kehausan, tertatih mencari air untuk kuminum. kutelah menyediakan cawan untuk menerima selaksa cinta yang kutemui di jalan-jalan, hingga ke lorong-lorong dunia, seluruh perjalanan memberikan warna tersendiri,penemuan-penemuanku akan anggur-anggur cinta itu membuat cawan yang ada dihatiku terisi merembes melalui kisi-kisi hati hingga menetes sedikit demi sedikit, tapi aku ingin mengatakannya padamu sesungguhnya cawannya tidak terisi penuh namun sedikit banyak bisa memenuhi kehausanku, sehingga membuatku ketagihan tapi selalu kusayangkan tidak selamanya memenuhi..
Semakin lama dan lama kurasa rasanya demikian membuatku ketagihan namun seprtinya ada saja yang kurang.

Aku sadar, pernah mendengar seorang sastrawan mengatakan bahwa Cinta pada awalnya adalah Cahaya, dan bagaimana mempertahankannya untuk menjadi cahaya terus itu yang perlu. pikirku mungkin setelah cahaya dia brubah lagi jadi anggur yang memabukkan sehingga kita perlu takaran yang benar akan cinta yang seharusnya kita peroleh agar tidak menjadi mabuk. Maka jadikalah ia cahaya saja, kembali kesedikala. Continue reading

Posted in Puisi | 5 Comments

Belajar Khusyu’

Sering kita mendengar pertanyaan seputar khusyu’. apakah itu khusyu’? bagaimana agar bisa khusyu’? dan masih banyak lagi yang lain.

Ciri-ciri orang beriman dalam surah Al-Mu’minun. Salah satunya adalah apabila shalat, maka shalatnya itu khusyu’. Berikut kutipannya:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

Telah beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang di dalam shalatnya khusyu’. (QS. Al-Mu’minun: 1-2)

Dalam sebuah tulisan tentang sebab turunnya ayat ini yaitu :

Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa dahulu Rasulullah SAW bila shalat mengarahkan pandangannya ke langit. Maka turunlah ayat: yaitu orang yang di dalam shalatnya khusyu’. Maka beliau menundukkan pandangannya. (HR. Al-Hakim). Continue reading

Posted in Ramadhan | Tagged | 8 Comments

Puasa Pertama buka di Pesawat

Bismillahi Rahmanirrahim,

Hari pertama puasa Sahurnya dirumah, lengkap dengan keluarga mulai adik-adik, kedua orang tua dan kakek nenek. Asyik dan semuanya teratur, ayamnya lengkap bersama teman2nya sayur mayur yang masih segar-segar, di temani satu gelas vegeta Pelengkap sehabis makan.

Berangkat dari makassar pukul 12.20(Wita), tiba di jakarta sekitar 14.00 (wib). karena di perkirakan berangkat ke bengkulu pukul 15.50 (wib) sesuai jadwal di tiket yang agak mepet maka aku buru2 cek in. pikirku mungkin nanti akan buka puasa di Bengkulu. setelah cekin ngurus kiriman teman dulu di Cargo sebelah yang jaraknya kurang lebih 1 km dari tempat cekin. pulang dari sana Posnya tutup balik lagi. dan langsung menuju ke ruang tunggu…., sebab jamnya sudah menunjukkan 30 menit lagi berangkat. Sampai disana nunggu lumayan waktunya habis, blum ada pula pengumuman boarding. nunggu2 ga ada juga kuputuskan membuka buku Novel sejarah tentang Hui Sing Murid Lakmana Cheng Ho “Samita” yang kubeli di Gamedia Mall Panakukang. di sela membaca buku terdengar pengumuman kalau pesawatnya sedang di perbaiki, dan diharapkan menunggu sekitar 30 menit lagi. dan akhirnya nunggu lagi. Namun lewat 30 menit belum juga.. Continue reading

Posted in Ramadhan | Tagged | 8 Comments

Ramadhan Banner

Posted in Ramadhan | Tagged | 1 Comment

Disaat aku mencari

Disaat aku mencari.

Dulu,

Engkau belum memperkenalkan aku jalan ini.
segala nikmat duniawi kurenggut tanpa hadir-Mu.

dan hidup berlalu tanpa makna.
Engkau biarkan aku dalam kebingungan sendiri.
mencari sesuatu yang kutaktahu apa. semuanya kabur dan berliku.

Saat Engkau hadir dan mulai memperkenalkan Jalan menujuMu.
ada seberkas cahaya terang yang menuntunku tuk selalu berjalan dan berjalan ke arahMu.
Saat-saat itu semuanya penuh makna, segenap alam bertasbih, dan jadi ayat-ayat yang menerangkan. Continue reading

Posted in Puisi | Tagged | 3 Comments

Hallo Dunia..!

thanks for someone who capture this little girl

Salam,

Di antara pepohonan dan rimbun ilalang diatas salah satu bukit barisan yang berjejer masih di daratan sumatra, Tepat tanggal 27 july 2008, sekitar jam 1 siang hari minggu aku di lahirkan melalui induk wordpress, melalui perenungan yang cukup singkat dan dalam kunamai diriku “Jejak diri”. kenapa ya.. hmm “let me think..?!?” . mungkin sudah saatnya sebagai makhluk sosial aku ingin berbagi, “pikirku” siapa tahu dengan sahabat-sahabat sekalian dimanapun berada kita bisa saling sharing tentang perjalanan diri agar hidup beri terang… amin.

Thanks,

Erwin, at Rawas

Posted in Kelahiran | Tagged | 8 Comments